- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Petani Desa Taring Kecamatan Tompobulu Menjerit, Harga Pupuk Cukup Tinggi

IntiberitaNews, Gowa --Harapan petani Desa Taring Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa membeli pupuk dengan harga yang wajar kini pupus sudah. Para petani membeli pupuk 140 sd 150 rupiah perzaknya.
Kondisi ini ditemukan LSM Pembela Petani yang sengaja melakukan investigasi yang sebelumnya menerima laporan dari para petani.
"Kami datang di desa ini dan menemukan praktik merugikan petani. Ini Pak Mentan Andi Amran Sulaiman tidak suka,'' kata Asrul Badio kepada media ini.
Baca Lainnya :
- Petugas Kebersihan di Jl Beringin Dinilai Tidak Disiplin, Hasil Penyapuan Dibuang ke Got0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Halal Bihalal Dinas Pendidikan Kota Makassar 0
- Reaksi Cepat, Dinsos Sulsel Memberikan Bantuan Dua Titik Bencana di Makassar0
- Mewujudkan dan Memperkuat Kebersamaan, Pemkot Makassar Gelar CFD di Jalan Jendral Sudirman0
- Panitia Shalat Idul Fitri Masjid Hj Andi Sulaeha Ambarala Dinilai Sukses Datangkan Jamaah0
Menurut dia, mestinya para petani membelinya 90 ribu rupiah. Tapi praktiknya justru membuat petani menjerit.
"Coba bayangkan apa untungnya, harga jagung kuning dibeli 3000 ribu rupiah perkilo ketimbang harga pupuk yang mahal.
Badio menjelaskan, tingginya harga pupuk karena dikelola kelompok tani dimana mereka sudah menaikan harga pupuk sebelumnya lalu diberikan ke penyalur. Dari situ penyalur menaikkan lagi 10 ribu yang otomatis terjadi pembengkakan sampai ke petani dengan harga tinggi.
Para petani di desa itu minta dicopot ketua kelompoķ tani yang mempermainkan harga pupuk ini. (rp/ulho)










