- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Seminar Nasional, Ketua Umum IAPIM PD Makassar : Jangan Kaitkan Terorisme dengan Pesantren

Ikatan Alumni Pesantren IMMIM Pengurus Daerah Makassar atau biasa dikenal dengan IAPIM PD Makassar, melaksanakan kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan di Institut Teknologi dan Bisnis Nobel. Sabtu, 12/02/2022
Kegiatan seminar ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam yang dimulai pada pukul 12.00 ba’da dzuhur. Seminar ini mengangkat tema “Peran Pesantren Dalam Menerapkan Islam Moderat Ditengah Radikalisasi”

Baca Lainnya :
- Akifuddin Dijagokan Jadi Ketua REI Sulsel Periode 2022 20270
- Warga Salut Pelayanan Tim Ukur di BPN Sinjai0
- Menggalang Nasabah di Luar Jam Kerja Resep Paling Jitu0
- Disdik Sinjai Target PTM Normal Seluruh Sekolah Tahun Ajaran Baru.0
- Catatan dari Alumni FIIP 80 Unhas untuk Rektor Terpilih0
Narasumber yang dihadirkan oleh IAPIM PD Makassar yaitu, Prof. Dr. Irfan Idris.,M.A (Direktur Badan Nasional Penanggulangan Teroris), Dr. Muhammad Aljebra Aliksan Rauf.,S.H.,M.H (Praktisi Hukum)
dan Moderator dari acara seminar kali ini di bawakan oleh, Supriadi Hamid,S.E.I., M.E.I., AWP.
Adapula sambutan dari Ketua Umum IAPIM PD Makassar yaitu, “Berangkat dari keserahan masyarakat bahwa terorisme
Sangat di takuti oleh masyarakat,apalagi banyaknya kasus" yang membuat pesantren di pandang buruk, bahkan takut untuk berinteraksi dengan pesantren,apalagi ada pandangan mengatakan bahwa akar permasalahan dari terorisme berasal dari pesantren tapi faktanya bahwa saya sebagai alumni pesantren sendiri tdk pernah di ajarkan untuk membenci paham tertentu atau intoleransi.
Makanya kami mengangkat tema ini agar marwah pesantren muncul kembali sebgai penjaga nilai. Bahkan saya yakin bahwa pesantren merupakan benteng terakhir ummat islam untuk menjaga nilai dan budaya”

Kegiatan kali ini juga dihadiri oleh Kompol Sismoyo, selaku Kasubdi Sosbudit Intelkam Polda Sul-Sel.










