- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Kadis Sosial Kabupaten Trauma Masalah Bansos - Polda Jamin Tidak Ada Kriminalisasi

Keterangan Gambar : rapat Koordinasi Pemutahiran Data Bantuan Sosial di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel yang dibuka Sekda Provinsi Sulsel Dr Hayat Gani yang dilanjutkan Rakor dipimpin
Baca Lainnya :
- Bupati Pangkep Ingatkan Alsintan Jangan Dijual0
- Kadis Sosial Se Sulsel Curhat Soal Bansos yang Dikelola PT DNR0
- Plt Gubernur Sulsel Inginkan Bansos dari CSR Jangan Tumpang Tindih0
- Wajib Bagi Anggota Dewan Sosialisasikan Produk Perda0
- Ambarala Tantang MPS Muhammadiyah Perhatikan Panti Asuhan di Sulsel0

Intiberita - Kendati pun Instruksi Presiden RI menjamin tidak ada kriminalisasi terhadap aparat pengola bansos, namun para Kepala Dinas Sosial kabupaten di Sulsel menyatakan trauma atas jaminan itu tidak dirasakan. Apalagi, terkadang dirasakan sering dipanggil dimintai keterangan di Polda Sulsel.
Bagi para kepala dinas sosial bukannya takut dipanggil ke Polda tapi rasa trauma itu muncul lantaran hanya permintaan data saja mereka sepertinya didudukkan sebagai saksi.
" Kami mohon Pak Direktur kalau cuma konfirmasi data saja mestinya cukup dipanggil di Polres saja," kata Kadis Sosial Luwu Maslim Malik
Diakui, pihaknya yang jauh dari ibukota provinsi, agak kesulitan jika dipanggil ke polda untuk dimintai keterangan.
"Terus terang terkadang kami tidak mampu karena jarak terlalu jauh. Hanya saja karena menghargai institusi polisi terpaksa kami datang.Itu pun terkadang harus menggunakan biaya pribadi lantaran SPPD kami tidak cukup," tutur Kadis Sosial Luwu Maslim Malik dalam rakor itu.
Hal yang sama disampaikan Kadis Sosial Sidrap Soalihin kalau dirinya trauma sering dipanggil petugas ke polda padahal hanya persoalan data saja.

Bagi Soalihin dan teman teman sesamanya dinas bukannya takut diperiksa tapi trauma jika selalu ada pemanggilan yang berwajib, disatu sisi bansos hanya tanggung jawab fungsional yang melekat pada diri kadis, sementara tanggung jawab teknis ada pada penyedia sebagai pemenang tender bansos dari kementerian.
Menanggapi pertanyaan dua kadis itu, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni menjamin tidak ada kriminalisasi terhadap pejabat yang terlibat penyaluran bansos. Dan ia meminta jangan takut sepanjang tidak melakukan pelanggaran. Makanya, kadis sosial di daerah diimbau agar selalu jalin koordinasi dengan aparat terkait. Bagi dia, yang takut itu yang punya salah, kata Widoni menanggapi pertanyaan peserta rapat Koordinasi Pemutahiran Data Bantuan Sosial di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel yang dibuka Sekda Provinsi Sulsel Dr Hayat Gani yang dilanjutkan Rakor dipimpin
Asisten Pemerintahan Pemprov Sulsel Dr Andi Aslam Patonangi. (Ist)










