- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Kultum Abdul Haris Sambu: Pemanasan Global Dapat Naikkan Air Setinggi 27 Meter ke Daratan

IntiberitaNews , Makassar-- Jika terjadi pemanasan global es kutub Utara dan kutub Selatan mencair dapat menaikkan air laut menggenangi daratan hingga setinggi 27 meter.
Ancaman bencana siklus hidrologi seperti itu diungkapkan Abdul Haris Sambu saat memberi Kultum (Kuliah Tujuh Menit) usai shalat dhuhur di Masjid Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 22 April 2025.
Pasalnya, katanya,dari analisis statistik jumlah air di bumi ada sebanyak 13,5 miliar meter kubik, bersifat konstan dari awal bumi diciptakan hingga akhir zaman.
Baca Lainnya :
- Petani Desa Taring Kecamatan Tompobulu Menjerit, Harga Pupuk Cukup Tinggi0
- Petugas Kebersihan di Jl Beringin Dinilai Tidak Disiplin, Hasil Penyapuan Dibuang ke Got0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Halal Bihalal Dinas Pendidikan Kota Makassar 0
- Reaksi Cepat, Dinsos Sulsel Memberikan Bantuan Dua Titik Bencana di Makassar0
- Mewujudkan dan Memperkuat Kebersamaan, Pemkot Makassar Gelar CFD di Jalan Jendral Sudirman0
Dengan perincian air sebanyak itu sekitar 97% berada di laut, sekitar 1% berada di darat di dalam tanah, sungai, danau, dan rawa. Sedangkan sekitar 1% berada di atmosfer sebagai cadangan hujan. Ada sekitar 1% air tersebut berada di kutub utara dan kutub selatan.
Inilah siklus air, menurut Abdul Haris Sambu yang secara terus menerus disebut siklus hidrologi.
Jika air yang ada di atmosfer saja semua turun ke bumi, dalam hitungannya dapat menaikkan air di permukaan bumi setinggi hingga 27 meter.
Demikian juga, sebutnya, jika seandainya terjadi pemanasan global dan mencairkan semua es di kutub utara dan kutub selatan juga akan menaikkan air di permukaan bumi setinggi sekitar 27 meter.
Siklus air di bumi secara terus menerus seperti ini, menurut Abdul Haris Sambu telah disinyalkan dalam Al Qur'an surah Ar Raddu ayat 17. (Zul)










